Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Makassar

ARSITEKTUR

“Eksplorasi Arsitektur Heritage 2025: Mahasiswa Arsitektur Unismuh Makassar Kaji Arsitektur Indis di Villa Yuliana Soppeng.”

“Eksplorasi Arsitektur Heritage 2025: Mahasiswa Arsitektur Unismuh Makassar Kaji Arsitektur Indis di Villa Yuliana Soppeng.”

ARSITEKTUR.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA-FT Unismuh Makassar) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk “Eksplorasi Arsitektur Heritage 2025” pada Selasa, 4 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Villa Yuliana, salah satu bangunan bersejarah peninggalan kolonial di Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Eksplorasi ini merupakan agenda akademik dan pengembangan wawasan mahasiswa arsitektur yang berfokus pada kajian arsitektur heritage, khususnya Arsitektur Indis sebagai warisan budaya kolonial yang beradaptasi dengan konteks lokal Indonesia. Mengusung tema “Arsitektur Indis Villa Yuliana, Watansoppeng 2025,” kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai sejarah dan filosofi arsitektur bangunan kolonial di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Unismuh Makassar dari berbagai angkatan. Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa internasional, yakni:
Hasna Dorma (Arsitektur 2023) dari Thailand, sebagai panitia pelaksana, dan Mehartab Rebeca (Arsitektur 2025) dari Pakistan, sebagai peserta kegiatan.
Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi wujud nyata dari semangat internasionalisasi kampus dan kolaborasi lintas budaya yang diterapkan di Fakultas Teknik Unismuh Makassar.

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, sebagai bagian dari program tahunan Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA-FT) yang bertujuan mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan apresiasi terhadap karya arsitektur bersejarah.

Eksplorasi dilakukan langsung di Villa Yuliana, Watansoppeng bangunan heritage bercorak Indis yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan kini menjadi salah satu ikon arsitektur cagar budaya Sulawesi Selatan.

Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali nilai-nilai historis, estetika, dan fungsional arsitektur heritage sebagai referensi pembelajaran bagi mahasiswa dalam merancang karya arsitektur yang berkelanjutan dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bagaimana prinsip arsitektur kolonial diterapkan dan disesuaikan dengan iklim, budaya, serta kebutuhan masyarakat lokal.

Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, diskusi tematik, serta dokumentasi arsitektural. Mahasiswa melakukan analisis terhadap elemen-elemen desain bangunan seperti fasad, struktur, material, dan tata ruang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi antar mahasiswa dan memperkaya pengalaman akademik di luar ruang kelas.

Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ar. Hj. Citra Amalia Amal, S.T., M.T., IAI, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini:
“Eksplorasi Arsitektur Heritage merupakan kegiatan yang sangat penting dalam membangun kesadaran mahasiswa terhadap nilai sejarah dan identitas arsitektur lokal. Dengan memahami warisan arsitektur seperti Villa Yuliana, mahasiswa tidak hanya belajar tentang bentuk dan estetika, tetapi juga tentang filosofi dan konteks sosial budaya yang melatarbelakanginya.”

Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa internasional menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan global mahasiswa Arsitektur Unismuh.
“Kehadiran mahasiswa dari Thailand dan Pakistan memperkaya perspektif lintas budaya, sekaligus memperkuat komitmen Prodi Arsitektur Unismuh Makassar untuk menjadi program studi yang terbuka dan berdaya saing internasional,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian arsitektur warisan budaya, serta memperkuat semangat mahasiswa Arsitektur Unismuh Makassar dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisi dan modernitas dalam setiap rancangan arsitektur yang berkelanjutan.